Not yet available in the requested language -- showing the original version.
Di bawah suram langit,
berdiri putih diantara kerimbunan jati.
Bangsai nan jangkung,
pucatnya dibalut gaun.
Dia pada sembilan malam,
memandang bentala dalam kehampaan.
Batinnya bertanya,
"Siapa yang akan melintasi jalan?"
O, celakalah,
Sepasang manusia malang.
Sembilan malam yang sama,
kedua insan melaju cepat dalam gelap.
Mengemudi melalui belantara sunyi,
tiada jangkrik memainkan simfoni.
Maka dia yang pucat melihat,
sebuah kaleng beroda empat mendekat.
"Manusia!" berseru dia dalam hati,
melompat girang lenyap hampa.
Dia yang pucat tersenyum,
nampak gerigis di balik keriput bibir.
"Hihihihihihi!" gema tawa suka cita,
gemetar ngeri sekujur jiwa.
Melayang putih mengiringi dua manusia,
dia yang pucat berteriak, "Aku datang... histeria!"
Ketuk paragraf mana pun utk membagikan kutipannya