Customer Service

Di Antara Spasi

100%

Di Antara Spasi

Not yet available in the requested language -- showing the original version.

Aku menulis tentangmu,

seperti malam yang setia merayu bintang,

seperti pagi yang tabah menanti fajar,

seperti cahaya matahari yang selalu kurindu.


Aku menulis tentangmu

dalam setiap bait yang enggan berakhir,

dalam kata-kata yang keras kepala,

yang menolak luruh bersama waktu

dan enggan membiarkanmu menjadi sekadar kenangan.


Sebab bagiku,

mengabadikanmu dalam aksara

adalah cara sederhana untuk membuatmu tetap tinggal,

agar kau tak pernah benar-benar hilang

meski waktu terus berjalan

dan jarak perlahan menghapus jejak pertemuan.


Di setiap huruf yang kugoreskan dengan hati,

ada namamu yang bersembunyi di balik spasi.

Di antara jeda dan titik yang sengaja kuhentikan,

kau adalah rahasia yang paling riuh

kusuarakan dalam diam.


Kau adalah rahasia yang tak pernah sempat terucap;

hadir sekilas, lalu meninggalkan getar

yang bahkan tak sempat kupahami.

Meski kehadiranmu hanya sesingkat kedipan mata,

kau menjadi sebuah momen yang diam-diam menetap

di sudut ingatan yang tak pernah benar-benar sepi.


Lalu waktu membawamu semakin jauh,

tetapi anehnya, namamu justru tinggal semakin dekat.

Menjelma menjadi baris-baris yang kutulis tanpa sengaja,

menjadi kata-kata yang selalu menemukan jalan

untuk kembali bercerita tentangmu,

meski aku tak pernah benar-benar menyebut namamu.


Dan jika suatu hari aku berhenti menulis tentangmu,

jangan mengira bahwa aku telah melupakanmu.

Mungkin aku hanya sedang belajar

menyimpan namamu di tempat yang lebih sunyi,

bukan lagi di antara kata-kata,

bukan lagi di antara jeda dan titik,

melainkan di sebuah sudut hati

yang tak pernah pandai menghapus

apa pun yang pernah berarti.


Sebab mungkin,

ada seseorang yang memang tidak ditakdirkan untuk tinggal,

tetapi pernah hadir cukup lama

untuk membuatnya abadi di dalam sebuah tulisan.


Dan mungkin,

itulah caraku mencintaimu,

tidak dengan memiliki,

tidak pula dengan meminta kau kembali,

melainkan dengan membiarkan namamu tetap hidup

di antara spasi.

Ketuk paragraf mana pun utk membagikan kutipannya

Kutipan dari paragraf yang Anda klik -- edit dulu kalau perlu (bisa dipersempit ke kalimat/kata tertentu), lalu bagikan.

0 / 500
Bagikan ke: