Not yet available in the requested language -- showing the original version.
Dulu waktu sekolah menengah pertama nadira mempunyai kenangan tentang seseorang.
4 tahun sudah mereka di pisah kan oleh takdir
Nadira sebenarnya sudah berusaha melupakan nya.
Namun entah kenapa cinta monyet nya seolah membekas dalam hati.
"Nadira siap siap nanti atasan akan mengecek kinerja kita. "
"Ya bu. "
Setelah lulus sekolah menengah atas nadira memutuskan untuk kerja di perusahaan roti.
Dia fokus di bagian admin offline dan online.
Jam 15.00 wib
Sebuah mobil sport berhenti di depan perusahaan.
Seorang laki-laki muda bergaya rapi namun style turun dari mobil dengan beberapa orang lebih tua di belakang.
"Selamat datang tuan Irsyad bachtiar. "
Laki-laki itu berjalan dengan ekspresi datar
Para staff berjajar dengan menundukkan kepala.
Irsyad mengelilingi staff nya dan berdiri di tengah tengah mereka.
"Saya yang akan mulai memimpin kalian, jika nanti ada kebijakan dari saya yang kurang berkenan tolong datang melapor di ruangan Residen. "
Nadira yang diam diam memperhatikan berasumsi kalau itu adalah masa lalu nya.
Krucuk!
Nadira sedikit meringis malu di saat seperti ini kenapa perut nya berbunyi.
"Perut siapa? "
Sebagai atasan yang baru Irsyad ingin meninjau staff nya soal kesehatan.
Tidak ada yang bicara begitu pun nadira
Setelah kegiatan itu selesai nadira lekas ke meja nya ingin pulang cepat hari itu.
Esok hari.. Ada surat pengunduran diri di meja sekretaris
Ketika Irsyad datang surat itu di berikan kepada nya.
Irsyad pun membawa surat itu kedalam ruangan dan membuka.
Saya nadira bagian admin offline dan online mengundurkan diri karena ada hal lain yang lebih mendesak.
Irsyad pun mencari arsip karyawan dan mencari nama nadira.
Setelah cukup lama.
Sebuah foto hitam putih tertancap di atas sebuah surat lamaran pekerjaan.
SMP nusa bangsa dan SMA Negeri Sembilan
"Apakah nadira yang dulu.? "
Irsyad menelfon bagian HRD.
"Yang namanya nadira alamat nya mana? "
"Ujung jalan ini pak, kamu lurus saja nanti mentok belok kiri itu langsung rumah nya.
Setelah sore udara sedang hangat.
Irsyad melaju kan mobilnya menuju alamat yang di tuju.
Sedangkan di di tempat nya nadira.
Nadira sedang bercengkrama dengan keponakan nya yang masih kecil.
"Tante... Itu ada mobil seperti mau kesini. "
Nadira sontak menatap jalan dan terlihat mobil sport itu berhenti di jalan depan rumah.
"Aku berjuang melupakan tapi kenapa kamu datang? "
Semua seperti mimpi dan dia ingin segera bangun dari mimpi itu .
Nadira pergi sebelum irsyad melihat nya.
"Kayak nya dia tadi di luar sama anak kecil.? "
Batin irsyad.
"Permisi."
Irsyad agak mengeraskan suara nya.
"Iya sebentar. "
Seorang ibu muda datang dengan tergesa-gesa
"Mencari siapa ya.? "
"Nadira nya ada mbak.? "
"Oh dia baru saja keluar dari belakang, apa harus bertemu dengan nya.? "
"Ya saya temannya waktu SMP. "
"Kalau begitu kamu berjalan lewat gang kecil samping dan nanti ada sungai kecil disana biasanya dia sendiri. "
"Terimakasih mbak. "
Irsyad pun berjalan dengan cepat dan ketika mata nya menangkap sosok nadira di belakang rumah diri nya langsung mendekati nya.
"Ahhh. Irsyad kok tau si. "
Nadira ingin pergi tapi tangannya langsung di sambar oleh irsyad dengan cepat.
Serta merta tubuh nya pun terdorong ke depan dan menubruk tubuh laki-laki itu.
Bruk!
"Aoww.. "
Dahi nya tercium bibir irsyad. Irsyad tersenyum penuh kemenangan.
"Lepaskan pak irsyaaad! "
"Coba saja kalau bisa. "
"Aku teriak ini! "
"Aku suka yang begitu nadira! Semakin cepat semakin baik kamu menjadi istri ku.! "
Mata nadira membulat sempurna.
"Tapi aku gak mau! "
"Benar nih? Wah aku sakit hati sudah mencari mu dari 4 tahun yang lalu. "
Dengan memasang wajah sedih dan kecewa .
"Kalian berdua masuk! Nanti di seret sama warga.! "
Suara mbak cahya membuyarkan pelukan itu.
"Lepasin! "
Nadira dan irsyad pun masuk ke rumah cahya dengan berdebar debar.
"Mbak aku ingin menikah i nadira.! "
"Katanya melupakan kok malah jadi menikah. "
Goda cahya ke sang adik
"Itu mau nya irsyad mbak. "
"Kamu rela dia di ambil orang?
Nadira dengan pelan menggeleng.
" Ya sudah, kalian memang jodoh lekas lah menikah mbak juga tenang jika kamu sudah mempunyai pendamping.
"Terima kasih mbak sudah merestui. Ayo sekarang kerumah orang tua ku. "
Irsyad menggandeng tangan nadira dengan mantap akan masa depan yang cerah.
Dirumah megah milik bachtiar..
"Halo mami.. Daddy. "
Kedua orang tua irsyad seketika menoleh.
Ada gadis di samping anak mereka, penampilan nya sederhana dengan hijab pashmina yang menambah keyakinan kalau diri nya muslimah yang ta'at.
Rasa canggung memenuhi dada nadira, ingin dia melepas tangan itu tapi irsyad memegang nya dengan kuat seolah tidak ingin perempuan yang di cinta i melepas kan diri.
"Siapa dia irsyad? "
"Mami dan daddy aku minta restu kalian untuk menikah i nya. "
Tiba-tiba kakek bachtiar keluar.
"Cucu ku yang bandel mau menikah? Siapa perempuan yang berhasil menaklukkan hati nya.? "
Rona bahagia terpancar dari wajahnya yang tua.
Nadira pun bangkit dan menyalami laki laki tua itu.
"Selera mu bagus ternyata irsyad hahaha. "
Ujar sang kakek sambil duduk.
"Kalau begitu apakah kakek setuju.? "
"Tentu saja aku setuju.! Harta bisa di cari tapi akhlak budi pekerti tertanam dalam hati. "
Mata nadira membulat sempurna tidak percaya.
"Bagimana daddy dan mami. "
"Ya kami juga setuju. "
Mereka di ruangan itu berona bahagia setelah setelah sekian lama irsyad menemukan makanan bahagia.
"
Ketuk paragraf mana pun utk membagikan kutipannya