Memories Of The Beautiful Past
Di pagi yang cerah...
Ada seorang anak perempuan yang sangat manis. Namanya Lilly, Lilly adalah anak sulung, dan Lilly memiliki 3 adik laki-laki yang masih kecil. Ayah Lilly meninggal saat Lilly masih kecil karena tabrak lari, Lilly hanya mempunyai ibu. Lilly berasal dari keluarga yang sederhana.
Pada suatu hari...
lilly sedang bermain didesa. Saat Lilly bermain, ada laki laki yang tampak dewasa dan tampan. Laki-laki itu melihat Lilly yang bermain sendiri, laki-laki itu menghampiri Lilly, "Permisi" kata laki-laki tersebut. Lilly yang langsung menoleh ke arah laki-laki itu ,ia memandang dengan kagum. "ganteng banget nih orang" dalam hati Lilly.
laki-laki itu bingung, dan berkata "permisi, kamu tau tempat ini?"tanya laki-laki tersebut. Tetapi, Lilly malah berlari sambil malu meninggalkan laki-laki itu.
Keesokan harinya...
Lilly pergi ke sekolah, tetapi ia malah terlambat. Saat ia masuk kelas, ternyata sudah ada guru. Lilly menyadari bahwa guru nya itu adalah laki-laki kemarin, laki-laki itu tidak mengenali Lilly karena tidak mengingat nya.
Lilly juga baru tahu bahwa di sekolahnya ada banyak guru baru, termasuk laki-laki itu. Nama laki-laki itu Eugene, Eugene adalah guru baru yang direkrut ke sekolah tersebut, Eugene orang yang sederhana, dan juga tampan. saat sudah istirahat Eugene ke ruang guru, saat duduk di meja Eugene melihat ada perempuan yang cantik dan ramah. Nama perempuan itu adalah Nora, Nora guru baru juga di sekolah itu, saat pertama kali melihat eugene langsung jatuh cinta kepada perempuan itu.
Lilly mengetahui hal itu langsung cemburu dan marah, karena Lilly menyukai eugene. Tetapi lilly tidak berhak marah karena lilly bukan siapa-siapa bagi Eugene . Lilly tidak masuk sekolah 1 minggu dan tidak ada kabar, Eugene yang khawatir dengan Lilly yang tidak ada kabar itu pergi ke rumah Lilly untuk mengetahui kondisinya, saat pulang sekolah Eugene berangkat menuju ke rumah Lilly di temani ketua kelas.
Setelah sampai, eugene bertemu dengan ibunya Lilly. Eugene berbicara dengan ibunya Lilly dahulu lalu berbicara dengan Lilly empat mata. Eugene berusaha menghibur dan membujuk Lilly agar dia sekolah. Karena itu lilly malah tambah suka dengan eugene, tetapi sayangnya eugene hanya menganggap lilly sebagai muridnya.
Waktu terus berlalu, eugene dan Nora semakin dekat, eugene masih suka dengan Nora. Tapi di suatu hari, Nora tiba tiba berhenti mengajar, ternyata Nora sudah punya tunangan dan akan menikah dalam waktu dekat. Mengetahui hal itu eugene kecewa bukan main. Kenapa Nora tidak memberi tahu kepada Eugene bila ia sudah ada tunangan?
Saat sedang istirahat Lilly melihat Eugene yang sedang bersedih. Lilly menghibur Eugene dengan berbagai candaan , dan eugene tersenyum kembali.
Pada saat pulang sekolah, Eugene memberikan hadiah kepada lilly, hadiah tersebut berisi piring hitam yang di gunakan untuk memutar musik, Eugene menjadikan Lilly sebagai murid favorit nya.
Seiring berjalannya waktu...
eugene di pindahkan ke kota lain, Lilly mengetahui hal itu langsung sedih dan kecewa.
saat tiba waktunya. eugene sedang menunggu jemputan,saat menunggu jemputan, eugene melihat segerombolan anak anak yang berlari ke arahnya, anak anak itu ternyata adalah muridnya.
Eugene melihat sekeliling dan mencari seseorang,tetapi ia tidak menemukan nya.. ia tidak melihat Lilly di sana, eugene kecewa kepada lilly. padahal lilly murid favorite nya. Tapi tiba tiba ada seorang murid yang memberikan kotak yang lumayan besar, "ini dari Lilly" kata anak itu.
Eugene mengambil kotak itu dan masuk kedalam mobil. Saat mobil baru jalan,lilly muncul dan melihat mobil itu sudah pergi, Lilly terlambat lagi. saat di tengah perjalanan eugene membuka kotak itu,ternyata isi kotak itu adalah buku, surat,dan piring hitam yang pernah ia berikan kepada lilly. Eugene meneteskan air mata, ia baru menyadari bahwa Lilly menyukai dirinya.
Semenjak itu, mereka tidak bertemu..
Walaupun begitu, cinta Lilly kepada Eugene tidak pernah pudar.
Belasan tahun pun telah berlalu, Lilly sudah menjadi seorang perempuan muda cantik dan pekerja keras. Lilly seorang mahasiswa di universitas bergengsi, Lilly kuliah sambil berkerja untuk membiayai hidup nya sendiri.
Saat Lilly sedang di perjalanan pulang, Lilly ingin berhenti sebentar di minimarket untuk membeli makanan ringan dan minuman. saat hendak membayar, Lilly baru sadar..
ternyata dompetnya ketinggalan dirumahnya yang lumayan jauh dari minimarket. saat itu, dia bingung ingin bagaimana, "aduh, gimana ini? malu banget kalo gak jadi". tiba tiba ada seorang pria melihat ke arahnya dan berkata "Lilly?", reflek Lilly langsung menoleh ke arah yang memanggil nama nya.
Lilly melihat seorang pria dengan jas yang sangat rapih, muka pria itu terlihat sudah berumur. Mereka saling bertatapan dan Lilly mengangkat satu alisnya se akan-akan bertanya "kenapa nih?". Lilly melihat dengan rinci muka pria itu. "Eh?" serentak Lilly terkejut, Lilly tidak menjawab apa pun, tubuhnya se akan akan membeku , tidak berkedip dan muka dengan ekspresi kebingungan "kok.. bisa?
Lilly bertemu dengan cinta pertamanya?
Pria yang ia jumpai ternyata adalah Eugene, guru sekaligus orang yang dulu ia sukai? kejadian itu tampak mustahil, tapi itu nyata.
"Lilly? kan??" tanya Eugene sekali lagi untuk memastikan. "eh, i-iya iya" jawab Lilly
"Haha, ini serius Lilly? kamu udah gede ya ternyata" kata Eugene setelah Lilly menjawab. "hehe, iya.. masa kecil terus, emang aku kecoa?" kata Lilly membalas ucapan Eugene
mereka sempat tawa canda bersama...
"Papaa" hah?..
"papaaa, aku boleh beli ini?" tanya seorang anak kepada Eugene...
"eh, iya boleh nak.." "Lilly, kenalin, ini anak aku. namanya Neli" Kata Eugene
"Hah? anak?" Kata Lilly dalam hati. "oh, halo adek, lucu banget.. berapa umurnya?" ucap Lilly
"Umur aku 7 Tahun kak" ucap Neli.
"Oalah, udah sekolah ya?" Lilly bertanya lagi, "iya kak" jawab Neli.
"Papa ayo pulang" Neli berbicara kepada Eugene, "eh iya iya. Lilly, kita duluan ya" Jawab Eugene.
"ah, iya iya, hati hati ya kalian" Ucap Lilly sambil tersenyum tipis...
Setelah itu, Lilly hanya bisa terdiam, bingung, dan tidak tau kemana arah ia harus pergi..
Lilly tidak tau bagaimana menghadapi situasi seperti ini. peristiwa seperti ini tidak pernah ada dalam skenario nya, "kok bisa?" se akan-akan kata itu ber putar-putar dan selalu bermunculan di pikirannya.
Lilly memang tidak bisa melupakan Eugene, tetapi Lilly merelakan Eugene sebagaimana mestinya.
Cara mencintai seseorang yang paling dewasa adalah "Merelakannya"
:)
Tamat..
Catatan Penulis:
Cerita ini tidak menggambarkan hubungan romantis antara guru dan murid. Perasaan Lilly kepada Eugene hanya sepihak, sedangkan Eugene menganggap Lilly sebagai muridnya. Cerita ini berfokus pada cinta pertama, kenangan, dan proses merelakan.
Ketuk paragraf mana pun utk membagikan kutipannya