puan rupawan yang mungkin tak bertuan.
semalam, rembulan bercerita padaku.
cahayanya tak mampu menembus
sudut-sudut kamarmu.
padahal ia tengah rindu,
berselambu resah.
belakangan,
tak satu kalipun nampak
senyum tulus terurai dari bibirmu.
senyuman yang menjadi kekuatannya
menerangi malam.
maka, singgahlah ia di teras rumahmu
yang sejuk itu.
sembari bercengkrama
dengan daun-daun sayu di pekaranganmu,
yang mungkin sudah lama tak engkau jamah.
berharap parasmu yang teduh
mengintip dari balik celah tirai kamarmu,
lalu mengajaknya masuk, berbagi kisah, menghangatkannya barang sebentar.
tapi engkau tak kunjung menampakkan bayangmu.
sebersitpun tidak.
ia lantas memilih pulang,
kembali ke kediamannya yang rapuh.
hatinya bertanya-tanya dalam gundah,
sambil tetap berharap kehangatan
selalu berada dekat dengan hati dan jiwamu.
ia perlahan coba mengerti.
mungkin engkau hanya sedang ingin sendiri.
puan rupawan yang mungkin tak bertuan.
atas apapun yang sedang kau hadapi,
senyuman indahmu harus tetap tegar merekah.
sebab rembulan akan selalu menantikanmu,
akan selalu memelukmu,
dalam gelap dan terang hatimu.
Ketuk paragraf mana pun utk membagikan kutipannya