Customer Service

Resah Rembulan

100%

Resah Rembulan

puan rupawan yang mungkin tak bertuan.

semalam, rembulan bercerita padaku.

cahayanya tak mampu menembus

sudut-sudut kamarmu.


padahal ia tengah rindu,

berselambu resah.

belakangan,

tak satu kalipun nampak

senyum tulus terurai dari bibirmu.

senyuman yang menjadi kekuatannya

menerangi malam.


maka, singgahlah ia di teras rumahmu

yang sejuk itu.

sembari bercengkrama

dengan daun-daun sayu di pekaranganmu,

yang mungkin sudah lama tak engkau jamah.


berharap parasmu yang teduh

mengintip dari balik celah tirai kamarmu,

lalu mengajaknya masuk, berbagi kisah, menghangatkannya barang sebentar.


tapi engkau tak kunjung menampakkan bayangmu.

sebersitpun tidak.

ia lantas memilih pulang,

kembali ke kediamannya yang rapuh.


hatinya bertanya-tanya dalam gundah,

sambil tetap berharap kehangatan

selalu berada dekat dengan hati dan jiwamu.


ia perlahan coba mengerti.

mungkin engkau hanya sedang ingin sendiri.


puan rupawan yang mungkin tak bertuan.

atas apapun yang sedang kau hadapi,

senyuman indahmu harus tetap tegar merekah.


sebab rembulan akan selalu menantikanmu,

akan selalu memelukmu,

dalam gelap dan terang hatimu.

Ketuk paragraf mana pun utk membagikan kutipannya

Kutipan dari paragraf yang Anda klik -- edit dulu kalau perlu (bisa dipersempit ke kalimat/kata tertentu), lalu bagikan.

0 / 500
Bagikan ke: