Customer Service

Sebagian Langit

100%

Sebagian Langit

ada beberapa musim

yang menetap tanpa kalender

di dalam dirinya.


barangkali kemarau

pernah menitipkan sesuatu

pada dasar sumur yang tak habis ia timba,

atau penghujan

yang datang tanpa mengetuk

lalu pergi sebelum tanah sempat mengenalnya.


aku tak pernah bertanya

mengapa ia sesekali membuka jendela

ketika angin justru sedang buruk-buruknya.

mungkin ada kabar

yang hanya dapat dibaca

oleh tirai yang bergerak.


pada suatu petang

ia bercerita tentang harga daging,

tentang seekor burung

yang salah memilih arah pulang,

lalu tertawa

seolah tak ada yang perlu diselamatkan

dari hari itu.


esoknya,

ia membiarkan teh menjadi dingin

dan tak merasa perlu

memberi alasan kepada siapa pun.


begitulah cuaca bekerja.

tak semua mendung sedang bersedih,

tak setiap matahari

berniat menghangatkan.


ada gugur

yang tak menjatuhkan apa-apa,

ada semi

yang tumbuh diam-diam

di antara dua percakapan biasa.


sedang aku

hanyalah seseorang

yang kebetulan berteduh

di salah satu halaman waktunya.


entah berapa kali

hujan mengubah nama jalan,

atau musim mana

yang pernah membuatnya

meninggalkan sesuatu

tanpa benar-benar pergi.


maka ketika suatu hari

angin berbalik arah

dan ia menutup jendela

lebih awal dari biasanya,

aku tak menanyakan

apa yang sedang datang.


kubiarkan kursi di beranda

tetap menghadap halaman,

dengan sebagian langit

yang tak pernah menjadi milikku.

Ketuk paragraf mana pun utk membagikan kutipannya

Kutipan dari paragraf yang Anda klik -- edit dulu kalau perlu (bisa dipersempit ke kalimat/kata tertentu), lalu bagikan.

0 / 500
Bagikan ke: