Anak-Anak Ibu Pertiwi

100%

Anak-Anak Ibu Pertiwi

Anak-Anak Ibu Pertiwi


Ghumaisa Khansa

Anak-Anak Alam


Sejak seribu hari pertama

Kupanggul kau melanglang

Ke biru langit, hijau zamrud

Tempat klorofil meramu cahaya

Putri malu mengatupkan kuncup

Kerbau menunduk di padang basah

Jalak mematuk punggungnya

Rumput-rumput tumbuh berserah

Dari kejauhan penggembala berseru,

"Nak, hendaklah engkau merangkak?"

Kau menjawab dengan seringai bayi

Lalu memeluk dedaunan kembali

Seekor kumbang melintas netra

Menggelinding di sela hari

Nak, semoga yang kau tangkap kelak

Gradasi pada para pendaman

Sifat liat pada tanah basah

Desah angin yang singgah di gendang telinga

Menuntunmu mengenal syukur

Agar tumbuh hikmah

Seindah bunga-bunga yang merekah

Dan kemakmuran

Yang berkelimpahan dalam taman-taman

Pada alam, selamat engkau berkenalan

?

Anak-Anak Kebijaksanaan

Segala yang tercipta,

berpasang-pasangan

Siang dan malam,

Langit dan bumi,

Air dan api,

Darat dan lautan

Air menenangkan bara

Api menghangatkan dingin

Angin membawa benih

Tanah menyimpan kehidupan

Masing-masing menjaga batas

masing-masing memahami tugas

Tak pernah kudengar,

Rumput berkata kepada angin,

“Aku bosan di sini, mari bertukar nasib”

Mereka setia menjadi dirinya

Menjaga keseimbangan

Tanpa saling menjatuhkan

Menjadi tanda bahwa kemuliaan

Bukanlah berada di tempat orang lain

Melainkan menunaikan amanah

pada tempat yang telah digariskan

Sebaik-baiknya, searif-arifnya

Hingga menjadi tambang terberkilau

Pada kotak masing-masing

?

Anak-Anak Kenal Diri

Lihatlah tanah

Ia selalu rendah hati

Meski segala yang tumbuh,

bermula dari punggungnya

Ia tak pernah meminta puji

Ia menerima benih dan akar,

hujan dan kemarau,

bunga dan duri

Ia pun rela diolah,

dicangkul,

disiram,

dibakar matahari

dibentuk oleh musim

Agar kehidupan tumbuh lebih baik

Tanah mengajarkan bahwa

Nilai bukan lahir dari kenyamanan,

melainkan dari kesediaan menjalani proses

Dan ketika segala kembali pulang

Tanah tetap membuka pelukannya

Bagi yang hidup

maupun yang telah kembali

Ke negeri keabadian

?

Anak-Anak Kenal Tuhan

Kita hanyalah setitik

Di atas bola biru

Yang mengitari matahari

Matahari pun hanya satu cahaya

Di antara milyaran bintang

Yang memenuhi Bimasakti

Bimasakti hanyalah seutas benang,

di hamparan gugusan galaksi

Yang membentang

Hingga tak sanggup dibayangkan akal

Namun di dalam dada yang kecil ini,

jantung tetap berdetak, siang dan malam

darah mengalir, susuri arteri dan vena

Tanpa pernah kita perintah

Betapa lembut pengaturan-Nya

Betapa segala bergantung kepada-Nya

Dan betapa tak sampai nalar

Jika semua ini terjadi

Tanpa Kehendak Yang Mahabijaksana

Maka, wahai si kecil kita

Jangan menjadi durjana

Di bumi yang dipijak

Atas izin-Nya

?

Anak-Anak Pemakmur Bumi

Bumi tak pernah jemu

Menerima langkah manusia

Ia menyimpan air,

menumbuhkan pohon,

menghamparkan ladang

Alam menjadi saksi bisu,

Tentang siapa yang menanam,

siapa yang merawat,

dan siapa yang mengabaikan

Maka jadilah manusia

Yang tangannya tak lelah membina

Yang lisannya berkilau mutiara

Yang ilmunya bercahaya

Yang kehadirannya

Membawa manfaat bagi semesta

Hingga kelak

Ketika maut mengetuk pintu

Engkau dapat tersenyum

Karena telah mewariskan

Jejak-jejak kebaikan

Bagi generasi setelahmu




Ketuk paragraf mana pun utk membagikan kutipannya

Kutipan dari paragraf yang Anda klik -- edit dulu kalau perlu (bisa dipersempit ke kalimat/kata tertentu), lalu bagikan.

0 / 500
Bagikan ke: