Syani menemukan sebuah buku nilai usang di tempat sampah di samping lokernya. Di dalamnya terdapat banyak nama siswa yang tercatat, dan anehnya, semua nama tersebut memiliki angka yang sama di sampingnya.
“Nilai: 100.”
Saat membaca daftar itu, Syani tidak sengaja menemukan nama teman lamanya yang telah “menghilang” setahun lalu.
“Eeva N. Orlinne — Nilai: 100 [Sempurna]”
Sejak saat itu, Syani mulai mencari tahu asal-usul buku tersebut. Ia menemukan fakta bahwa buku itu berisi daftar nama siswa yang pernah dikeluarkan dari sekolah tanpa sepengetahuan murid lain. Syani tidak mengerti. Mereka adalah siswa-siswi berprestasi yang menjadi kebanggaan sekolah, tetapi mengapa mereka dikeluarkan secara tiba-tiba?
Semakin dalam Syani mencari tahu, semakin mengejutkan fakta yang ia temukan. Siswa-siswi tersebut ternyata sengaja dipindahkan atau dikeluarkan agar tidak menjadi saingan bagi anak seorang donatur sekolah. Anak tersebut selalu diberikan peringkat pertama, sementara siswa-siswi berprestasi lainnya ditempatkan di bawahnya sebelum akhirnya disingkirkan secara diam-diam agar tidak menimbulkan kecurigaan.
Tanpa mereka sadari, sekolah itu bukanlah tempat untuk bersaing dengan sehat.
Melainkan tempat di mana kepintaran tidak selalu cukup untuk mengalahkan kekuasaan dan uang.
Ketuk paragraf mana pun utk membagikan kutipannya