Customer Service

Doa Surya

100%

Doa Surya

puan rupawan yang mungkin tak bertuan.

sore tadi, sang surya singgah sebentar

di depan kamarku.

tak bisa terlalu lama,

karena tubuhnya sudah terlalu renta

kalau pulang kelewat malam.

ia lalu bercerita,

cukup singkat dan terbata-bata.

 

tentang puan,

yang selalu berpapasan dengannya

sewaktu dalam perjalanan pulang,

tujuh sore seminggu.


puan selalu menyapanya

dengan senyum tipis yang menenangkan.

senyuman yang mampu membendung air matanya,

sehingga tak sempat diejek bumi.

senyuman yang mampu memapahnya,

seolah mengerti,

bahwa di punggungnya begitu banyak beban

yang ia topang sendiri.

senyuman yang mampu membuat harinya

merasa diberkati.

 

kini,

sudah lima sore ia tak berpapasan dengan puan.

ia menahan cemas.

nampak dari kerut dahinya yang melengkung

ketika bercerita tentang puan.

matanya menggenang,

bibirnya tergigit,

ujung kirinya agak terkelupas.


hatinya koyak,

khawatir kalau esok,

sorenya yang muram akan menjadi enam.

 

ia lantas hanya bisa mengucap doa klise yang penuh harap;

“puan rupawan yang mungkin tak bertuan,

semoga puan selalu bersanding mesra

dengan kebahagiaan.”


agar setidaknya esok hari,

senyuman puan sudah kembali menyapanya,

memapahnya pulang

dengan hati berselambu tenang.

Ketuk paragraf mana pun utk membagikan kutipannya

Kutipan dari paragraf yang Anda klik -- edit dulu kalau perlu (bisa dipersempit ke kalimat/kata tertentu), lalu bagikan.

0 / 500
Bagikan ke: