Namaku Yurie, setiap pagi aku selalu mengenakan seragam sekolah sama seperti siswa lainnya. Aku biasanya datang ke sekolah dengan membawa bekal dan juga membawa air minum agar tidak merasa haus. Walaupun sebenarnya aku sudah membawa uang saku, tetapi aku lebih memilih untuk menabungnya. Karena aku takut saat ada keperluan mendesak harus membutuhkan uang, oleh karena itu aku lebih memilih untuk menabungnya. Tetapi, karena kebiasaan kecilku itu aku bisa membeli apa pun yang aku mau tanpa harus meminta kepada orang tua. Biasanya saat sampai ke gerbang sekolah ada guru-guru yang sudah ada di depan gerbang yang siap untuk menyambut siswa siswi dengan cara bersalaman dan mengucapkan selamat pagi. Saat selesai bersalaman aku biasanya langsung ke kelas dan menemui teman-temanku.
Sesampainya dikelas aku menyapa teman-temanku
“Selamat pagi Zella, apa kabar hari ini?”
lalu Zella menjawabnya dengan lembut
“Pagi Yurie, aku hari ini senang banget karna bakalan ada murid baru.”
Saat aku mendengar cerita dari Zella bahwa akan ada murid baru aku merasa senang karena tidak lama lagi dikelas kita mempunyai teman baru dan ingin mengajaknya berteman.
Aku bertanya kepada Zella
“Oh iya kamu penasaran atau enggak sama murid barunya nanti?”
Lalu Zella menjawab
“Penasaran banget pastinya, pokoknya kalau sebentar dia udah datang nanti kita ajak keliling sekolah yuk”
Aku pun mengiyakan ajakan Zella karena kita sama-sama tidak sabar untuk menunggu kedatangan murid baru itu.
Saat bel masuk berbunyi semua siswa masuk ke dalam kelasnya masing-masing dan siap menunggu guru untuk mengajar. Tidak lama saat guru sedang mengajar di kelasku tiba-tiba ada wali kelas atau sering kali yang kita kenal adalah ibu Ayu yang sedang mengantarkan seorang siswi untuk masuk ke dalam kelas kita. Aku dan Zella saling bertatapan karena kita merasa bahwa itu adalah murid baru yang kita tunggu-tunggu.
Zella berbisik kepadaku
“Eh itu kayaknya murid baru deh”
Lalu aku berbisik kembali padanya
“Sepertinya iya, jangan lupa ya nanti kita ajak dia keliling”
Zella hanya mengangguk kan kepalanya.
Ibu Ayu mengetuk pintu kelas dan memberi tau kepada guru yang sedang mengajar bahwa ada murid baru yang mau masuk ke kelas ini.
Tidak lama kemudian murid baru itu memperkenalkan dirinya
“Halo semuanya perkenalkan aku Salsa, kalian bisa panggil aku Ayya”
“Semoga kita bisa berteman dengan baik ya”
Semua murid yang ada di dalam kelas berteriak kencang
“HAII AYYA”
Salsa yang mendengar itu hanya bisa tersenyum lebar melihat teman kelasnya menyambut kedatangan dirinya. Dua jam telah berlalu, bel istirahat pun telah berbunyi. Aku dan Zella bergegas untuk pergi ke tempat duduk Salsa untuk mengajaknya pergi melihat lingkungan-lingkungan yang ada di sekolah agar ia bisa mengetahui di mana tempat-tempat yang ada di sekolah kita.
“Eh sal mau ga kita ajak keliling sekolah?” tanya Zella
Lalu Salsa menjawab
“Emangnya nggak ngerepotin kalian berdua?”
Aku dan Zella menjawab pertanyaan Salsa
“Enggak dong, kita kan teman”
"Eh iya kita perkenalan dulu ya" ucap aku dan Zella
“Aku Yurie”
“Hai aku Zella, salam kenal ya”
Setelah kita berkenalan akhirnya kita bertiga pun mengelilingi sekolah sembari mengobrol bersama.
Lalu tidak lama kemudian aku menceritakan bahwa sebentar lagi akan diadakan lomba di sekolah.
“Eh iya aku dengar-dengar nanti bakalan ada lomba tau di sekolah”
Salsa bertanya kepadaku
“Nanti pas ada lomba kira-kira ada lomba apa aja ya?”
Aku pun menjawab pertanyaan Salsa
“Emm.. kayaknya bakalan ada lomba cerdas cermat sih pastinya, kalo yang lain aku belum tau soalnya nanti bakalan ada pengumuman dari OSIS atau enggak guru”
“Oh gitu ya.. aku mau ikut boleh enggak?” tanya salsa
Lalu Zella menjawabnya
“Loh bisa banget kalo kamu mau ikut, bagus malah”
Tidak lama kemudian Aku juga menjawab pertanyaan dari Salsa
“Iya benar kalo kamu mau ikut boleh banget”
Salsa yang mendengar itu berpikir untuk mengajak kedua temannya yaitu Yurie dan Zella untuk mengikuti lomba cerdas cermat
“Kalau bisa mewakili kelas tiga orang, ikut yuk” kata Salsa
Aku dan Zella mengiyakan permintaan dari Salsa karena kita berdua juga ingin mengikuti lomba cerdas cermat itu.
“Eh nggak ke rasa ya udah bel masuk aja, yuk ke kelas” ajak Salsa
Kita bertiga pun akhirnya masuk ke dalam kelas dan siap untuk melanjutkan pembelajaran seperti biasa. Saat jam pembelajaran telah selesai dan sudah waktunya pulang. aku, Zella, dan Salsa segera pergi ke halte untuk menunggu jemputan masing-masing.
“Besok kita ketemu lagi ya Yurie, Zella” ucap Salsa
Aku dan Zella menjawab
“Oke Salsa”
Tidak terasa saat kita bertiga sudah asik sekali mengobrol tiba-tiba Ayahku datang untuk menjemputku untuk pulang ke rumah. Aku pun berpamitan kepada Zella dan Salsa.
“Dadah, aku pulang duluan ya”
Salsa dan Zella hanya menjawabnya dengan satu kata, yaitu
“Dadah.”
Saat di perjalanan aku menceritakan kepada ayahku tentang murid baru itu dan ayah mendengarkan semua cerita yang ku ceritakan padanya.
“Mantap anak ayah bisa berteman dengan baik sama murid baru” kata ayah
Aku cuman bisa tertawa saat mendengar ucapan dari ayah karena aku malu saat diberi pujian. Sesampainya di rumah aku langsung membersihkan badanku karena banyak keringat dan aku merasa badanku kotor. Setelah selesai mandi aku langsung di suruh makan oleh ayah dan ibuku.
“Yurie gimana hari ini saat di sekolah?” tanya ibu
Aku langsung menceritakan semua yang kulakukan di sekolah dan ibu langsung memujiku juga
“Ibu suka melihat kalian berteman. Saling membantu dan nggak meninggalkan satu sama lain.”
Seperti biasa, aku selalu malu saat diberi pujian oleh siapa pun itu.
“Ibu, habis makan aku langsung ke kamar dan siap-siap mau tidur saja ya”
Ibuku menjawab
“Loh tumben mau tidur cepat nak?”
“Karena aku enggak sabar mau sekolah ibu, mau ketemu teman-temanku” aku menjawab pertanyaan ibuku.
Lalu ibu menjawabnya lagi
“Ya sudah kalau begitu, mimpi indah ya. Oh iya jangan lupa baca doa sebelum tidur nak.”
“Iya ibuku sayang. Ayah aku masuk ke kamar dulu ya, Dadah.”
Aku pun segera membersihkan kasurku terlebih dahulu agar merasa nyaman saat tidur nanti. Sebelum tidur aku selalu membaca doa, karena itu wajib dibaca sebelum tidur.
Malam pun telah berlalu, suara ayam yang sudah berkokok di samping rumah membangunkanku untuk mandi dan segera bersiap-siap untuk ke pergi ke sekolah. Saat selesai mandi dan memakai baju sekolah aku biasanya sarapan terlebih dahulu agar tidak merasa lapar. Ibuku sudah menyiapkan bekal untukku dan aku siap membawanya ke sekolah. Saat selesai sarapan ayah langsung mengantarkan aku ke sekolah, ketika sampai di sekolah aku mencium tangan ayah sebelum ia pergi dari sekolahku. Setelah itu, aku melanjutkan aktivitas seperti biasa yang kulakukan di sekolah. Ketika apel pagi ada ketua OSIS yang menyampaikan bahwa akan diadakan banyak lomba pada keesokan harinya. Dan yang paling ingin ku dengar adalah lomba cerdas cermat yang bisa diikuti berapa orang agar aku dan temanku bisa menyiapkan diri. Tetapi, ketua OSIS mengatakan bahwa kita bisa melihat langsung daftar lomba dan peserta di forum sekolah. Aku, Zella, dan Salsa segera pergi ke forum sekolah untuk melihat daftar-daftar lomba yang ada, kita bertiga langsung menyari lomba yang kita tunggu-tunggu yaitu, cerdas cermat.
“LOMBA CERDAS CERMAT BISA DI WAKILI DENGAN TIGA ORANG, YEY” kata Salsa dengan tubuhnya yang sedang melompat-lompat karena kesenangan.
Lomba cerdas cermat ternyata diadakan pada hari Jumat dan sekarang sudah hari Selasa, aku mengajak mereka berdua untuk belajar agar ada persiapan buat lomba cerdas cermat pada hari Jumat nanti.
“Sepulang sekolah kita belajar yuk, nanti kalian berdua datang ke rumahku ya” ucapku
Kita semua setuju dengan kesepakatan untuk belajar di rumahku. Saat pulang sekolah kita bertiga tetap menunggu di halte sekolah untuk menunggu jemputan. Kita bertiga pun mengobrol tentang lomba nanti dan masih memikirkan apa saja yang akan mereka hafal ataupun jenis-jenis pelajaran yang ingin dipelajari nanti, karena sisa waktu mereka hanyalah 3 hari yaitu Selasa, Rabu, dan Kamis. Tak lama kemudian, sebuah mobil berhenti di depan kita bertiga. Ternyata itu adalah mobil ayah Yurie
“AYAHH, YURIE DISINI”
Ayah Yurie turun dari mobil, namun saat ia melihat teman-teman anaknya ia merasa wajah mereka terasa tidak asing. Bukannya langsung mengajak aku pulang ayah malah bertanya kepada teman-temanku.
“Eh kalian berteman?”
“Iya om” jawab mereka bersamaan
Tidak lama saat itu tiba-tiba datanglah sebuah mobil yang berhenti di depan halte sekolah. Ternyata itu adalah ibu Hazel yang mau menjemput Hazel. Tetapi, ibu Hazel terkejut melihat ayah Yurie yang ternyata adalah teman kerjanya dulu.
“Loh kamu?” ucap ibu Hazel
Ayah Yurie juga terkaget
“Eh, kamu masih ingat aku nggak?”
Ketiga anak itu juga kaget dan saling bertatapan.
“Lah?” Hazel menggaruk kepalanya karena merasa heran
Lalu aku bertanya kepada ayah dan ibu Hazel
“Kalian kenal?”
“Kenal, dulu kami teman kerja” jawab ayahku.
“HAH” aku dan Hazel kaget, ternyata oh ternyata orang tua mereka berteman.
Belum selesai dengan rasa kaget yang tadi, ada seorang pria yang datang ke arah kami dan mengatakan
“Wah ternyata kalian disini ya”
Lalu aku langsung menyambungnya
“Jangan bilang kalian saling kenal?” tanyaku
“Kalau mereka berdua teman kerja, berarti aku teman lama ayahmu.”
“PAPAA” teriak Salsa
Tadinya aku mengira itu adalah pria asing, ternyata adalah teman lama ayahku. Setelah mengetahui itu kami bertiga terkejut lagi karena orang tua mereka bertiga adalah teman. Aku, Hazel, dan Salsa hanya bisa tertawa, tetapi orang tua kami sedang bernostalgia. Setelah itu mereka semua pun akhirnya pulang ke rumah masing-masing. Aku mengatakan kepada ayah bahwa Hazel dan Salsa akan datang ke rumah untuk belajar bersama, ayah ternyata menyetujuinya. Satu jam telah berlalu, akhirnya Hazel dan Salsa pun datang ke rumahku dan siap untuk belajar. Ketika sedang belajar ternyata kami jago dalam banyak pembelajaran, akhirnya kami bertiga belajar sampai kami paham dengan pelajaran tersebut. Saat keesokan harinya kita sadar bahwa dikelas lain punya anggota yang lebih berpengalaman, kita merasa minder dengan kabar itu tetapi kita berusaha untuk lebih percaya diri lagi. Tetapi.. ada teman sekelas yang mengatakan seperti ini kepada kita bertiga
“Aku jadi ragu deh sama kalian”
Kita hanya diam dan tetap berusaha untuk konsisten dengan belajar serta tidak mendengarkan ucapan dari teman kelas. Selagi belum lomba kami tetap percaya diri bahwa kita pasti bisa tanpa terpengaruh dengan ucapannya pada hari itu. Tetapi kita juga merasa bahwa kelas lain mendapatkan bimbingan dari guru, sedangkan kita hanya bisa mencarinya sendiri dan mempelajarinya. Biarpun begitu, kami tetap berjuang. Kita bertiga saling menyemangati satu sama lain agar tidak merasa gagal. Aku dan Hazel awalnya mengira Salsa adalah anak yang pendiam, tapi ternyata dia adalah anak yang pintar serta memiliki ide yang kreatif. Kita bertiga pun tetap enjoy menikmati hari-hari yang penuh dengan belajar. Saat hari kamis kami merasa gugup karena besok adalah hari di mana mereka akan melaksanakan lomba cerdas cermat, semakin dekat hari lomba semakin keras juga kita belajar. Dan hari itu pun telah tiba yang di mana mereka sudah menyiapkan diri dengan belajar yang giat, menghafal, berjuang, menghadapi tantangan, ketimpangan, dan pada akhirnya waktu yang mereka tunggu-tunggu akhirnya tiba, yaitu hari “Jumat” adalah hari di mana lomba akan dimulai.
Saat kita memasuki ke ruangan lomba, hati terasa gugup, takut, tidak percaya diri. Tetapi, aku, Hazel, dan Salsa tetap saling menyemangati satu sama lain agar tidak merasa gugup. Sampai di mana akhirnya panitia lomba datang dan menjelaskan bagaimana cara untuk menjawab nanti, yakni mengangkat tangan dan siapa cepat dia yang jawab. Akhirnya lomba pun telah di mulai, soal-soal telah dibacakan dan tim kami menang berturut-turut sehingga kepercayaan diri kita semakin meningkat. Tetapi, di satu soal kami tidak bisa menjawabnya sehingga kita ketinggalan poin. Tidak menyerah dengan kegagalan itu. Akhirnya kita bertiga mengangkat tangan duluan, tetapi.. kami tiba-tiba lupa dengan jawabannya. Aku dan temanku berusaha mengingatnya sampai pada akhirnya kita tetap bisa menjawabnya. Seiring berjalannya waktu lomba pun telah selesai. Aku, Hazel, Salsa, akhirnya merasa lega dengan ketegangan yang terjadi saat di ruangan lomba.
“Tadi hampir aja enggak bisa menjawab soalnya” ucap Salsa
“Iya lagi, aku udah gugup” kata Hazel
“Untung aja kita tetap bisa jawab hehe” jawabku
Kita bertiga pun mengobrol dengan sangat antusias karena tidak menyangka bahwa kita ternyata bisa menjawab banyak soal.
“Keren banget kita” ucap Salsa
“Tos dulu yuk” ajak Hazel
“Ayo” jawabku dan Salsa
Akhirnya kita pun saling tos dan merasa lebih percaya diri. Tidak lama kemudian tiba-tiba ada pengumuman dari speaker sekolah yang mengatakan bahwa besok adalah pengumuman pemenang lomba cerdas cermat. Kita bertiga yang mendengar itu merasa agak tidak yakin dengan juara yang di dapatkan nanti. Tetapi ibu Ayu mengatakan
“Apa pun Hasilnya, ibu tetap bangga sama kalian nak.”
Kami yang mendengar itu merasa terharu dan mengucapkan terima kasih ke ibu Ayu karena sudah mendukung kita. Setelah semua pembelajaran telah selesai dan sudah waktunya pulang, kita tetap menunggu di halte sekolah untuk menunggu jemputan. Saat sampai di rumah, kami langsung menceritakan kepada orang tua kita bahwa kita habis mengikuti lomba cerdas cermat. Semua orang tua kita merasa bangga kepada anaknya masing-masing karena sudah berani mengikuti lomba cerdas cermat. Waktu pun telah berlalu, akhirnya pagi hari pun telah tiba. Aku semakin tidak sabar dengan pengumuman nanti. Saat Hazel dan Salsa datang ke kelas mereka bercerita bahwa semalam mereka tidak bisa tidur karena memikirkan hasil juara nanti. Dan tibalah pada waktunya akhirnya kami semua yang mengikuti lomba cerdas cermat disuruh berkumpul untuk mendengarkan pengumuman juara cerdas cermat.
“Oke anak-anak tibalah saatnya kami mengumumkan juara pada lomba cerdas yang dilaksanakan pada kemarin” ujar panitia lomba cerdas cermat
“Kami akan menyebutkan juara dari belakang ya”
“Juara tiga diraih oleh tim Cakrawala”
Semua tim cakrawala bersorak kencang karena merasa bangga
“Juara dua diraih oleh tim Arjuna”
Tim Arjuna juga bersorak kencang juga karena mereka mendapatkan juara dua, sedangkan nama tim kami belum disebutkan yang membuat kami merasa semakin gugup.
“Juara satu diraih oleh tim Lentera”
Aku, Hazel, dan Salsa kaget dan merasa terharu karena tim kita ternyata menduduki peringkat pertama dalam lomba cerdas cermat. Kita bertiga pun akhirnya berpelukan karena merasa sangat bangga dengan hasil akhir yang sangat mereka tidak sangka.
Setelah itu, datanglah seorang teman sekelas yang pernah mengatakan
“Aku jadi ragu deh sama kalian.”
Ia akhirnya meminta maaf karena merasa bersalah saat mengatakan itu kepada kita bertiga. Kami memaafkannya dan tetap mau berteman dengannya. Tiba-tiba ibu Ayu masuk ke kelas dan mengatakan
“Keren anak-anak ibu, bisa mendapatkan juara pertama”
Kami hanya tersenyum lebar karena malu, tetapi merasa bangga juga. Akhirnya kami pun merayakan kemenangan itu dengan makan bersama, walaupun sederhana tetapi tetap berarti. Sesampainya di rumah, kami menceritakan bahwa kami juara satu di lomba cerdas cermat kepada keluarga kami semua. Mereka mengatakan kita sudah sangat berusaha sehingga kita juga pantas mendapatkan balasan yang sangat seimbang, yaitu berupa kemenangan.
.
Ketuk paragraf mana pun utk membagikan kutipannya