Customer Service

Nirmakna

100%

Nirmakna

abstrak berpendar,

memancar ke tujuh mata angin.

nirmakna.

tak usah susah payah mencari arti.

barusan, dan setelah ini,

hanya segerombolan kata yang singgah ugal-ugalan;

menanti kantuk yang tak kunjung datang.


jika kau berkenan singgah juga tak mengapa.

suatu kehormatan.


tapi maaf.

aku tak bisa menjagamu seperti dahulu.

alangkah baiknya kau ajak penjaga barumu.

bayar dengan upah lebih.

siapa tahu dia kewalahan.

sebab di sini sudah tak sama.

terlalu banyak batu dan sarang lebah.

pohon pinusnya sudah tumbang dimakan rayap.

hanya ada beringin yang beranak pinak.


burung-burung enggang sudah lama kabur,

mencari rumah baru yang lebih hangat.

disini terlalu dingin.

tak cocok untuk paruhnya yang mulai rapuh.

tak cocok untukmu yang ringkih.


sumber air hanya tersisa kubangan danau,

yang tepinya penuh lumpur dan lumut.

nila dan salamander masih nampak

sesekali muncul ke permukaan.

tapi airnya coklat,

pekat kehijauan.

keruh,

tidak menenangkan.


kala siang, kakimu akan dicegat hewan-hewan

pengerat yang beracun.

saat malam, tanganmu akan dirangkul kuntilanak

yang rambutnya dikuncir tiga.


kau dan penjagamu harus bersiap.

minumlah obat penangkal anti mati.

bawalah dua botol air yang sudah dieja doa.


jika penjagamu tak sanggup,

maka tak usah singgah,

dan sebenarnya tak perlu juga.


lagipula,

kantukku sudah bersungut-sungut mencari tempat.

Ketuk paragraf mana pun utk membagikan kutipannya

Kutipan dari paragraf yang Anda klik -- edit dulu kalau perlu (bisa dipersempit ke kalimat/kata tertentu), lalu bagikan.

0 / 500
Bagikan ke: