Surat Cinta Menembus Dimensi Ruang dan Waktu
Oleh Ciayo Indah
Jadi affiliator, dapat komisi tiap ada yang checkout lewat link Anda.
Novel ini mengangkat kisah perjalanan panjang sekumpulan seniman ronggeng yang ingin mencari kesetaraan hidup dengan mengadu nasibs, sembari memperjuangkan seni ronggeng di Pulau Emas (Sumatera), abad ke-17. Dalam perjalanannya, rombongan ini mengalami banyak rintangan dan ancaman hingga harus kehilangan istri, anak, dan bahkan nyawa mereka sendiri. Di dalam rombongan, ikut pula seorang gadis kecil bernama Mursiyem. Anak dari pasangan seniman ronggeng ini kerap ditimpa nasib buruk seiring bertumbuhnya ia buk bunga harum nan indah.
Beragam upaya dilakukan kedua orang tuanya demi melindungi anak mereka dari kejahatan lelaki di setiap daerah persinggahan. Namun, kehancuran yang dialami Mursiyem tak disangka justru berasal dari orang dalam, alias rombongan mereka sendiri, rombongan yang seharusnya melindunginya dan keluarganya.
Pengkhianatan, fitnah, dan serangan pun dialami Mursiyem dan keluarganya dari rombongan yang selama ini sudah mereka anggap bagai saudara sendiri, hingga Mursiyem akhirnya harus kehilangan kedua ibu bapaknya. Hidup di hutan sebatang kara dengan perasaan takut dan putus asa tidaklah cukup. Teror yang a terima belumlah usai. Untuk menutupi kejahatan demi kejahatan, Mursiyem yang malang terus diburu, lalu kemudian dikubur hidup-hidup di dalam hutan.
Namun takdir bicara lain. la ditolong oleh sembilan rijalul ghaib (kesatria gaib) dari abad ke-6 kerajaan Sriwijaya, saat ia sudah pasrah dan hendak membawa mati saja seluruh rasa sakit dan dendamnya. Bangkitnya Mursiyem setelah bermetamorfosis menjadi gadis jelita dengan kesaktian ilmu gaibnya, berhasil mengancam semua orang yang pernah mencelakainya dan juga keluarganya. Dengan bantuan para kesatria gaib, Mursiyem muncul dengan kekuatan besar untuk menuntut balas.
Akankah gadis polos itu berubah menjadi sadis dan menebar teror tanpa belas kasih bagi semua musuhnya?
Apa jadinya ketika takdir membuatnya bertemu dengan Salamun, pemuda salih dengan sorban di kepalanya yang berhasil menggetarkan sukmanya lewat kalimah-kalimah Tuhan Yang Maha Esa?
Apakah dia akan berkomitmen pada konsekuensi yang harus ia terima sebagai tukar guling untuk semua kekuatan yang la dapat dari dunia gaib?Manakah yang lebih dipilihnya, antara cinta dan iman, ataukah persahabatan dan dendam?
Lalu, apa jadinya saat takdir harus mempertemukan Mursiyem dengan detektif muda Sholahuddin Jalu Alfatah dan kawan-kawannya 300 tahuit kemudian, ketika mereka dihadapkan pada masalah besar, yaitu terseret dan hilangnya Pulau Karang bersama isinya ke negeri bunian?
Belum ada ulasan untuk buku ini.