Menghanyutkan Serpihan Ingatan
Bab 1 dari 4
Prakata Penulis
Selamat datang dalam perjalanan sunyi seorang Keira.
Cerita ini ditulis bukan hanya untuk mengisahkan tentang memori yang hilang atau masa lalu yang berkabut. Lebih dari itu, ini adalah ruang bagi mereka yang pernah merasa dipaksa mengalir oleh arus kehidupan tanpa pernah diberi kesempatan untuk memilih arah dayungnya sendiri. Ini adalah kisah tentang luka keluarga, trauma yang menjelma menjadi rasa sakit fisik, dan keberanian yang dipaksakan untuk menyelamatkan diri sendiri.
Melalui Menghanyutkan Serpihan Ingatan, saya ingin menyampaikan bahwa memaafkan seseorang tidak selalu berarti kita harus tetap tinggal di tempat yang sama dengan orang yang melukai kita. Kadang, bentuk penyembuhan terbaik adalah dengan melangkah pergi, menciptakan jarak, dan belajar bernapas dengan lega di tempat yang baru.
Terima kasih telah bersedia menemani Keira mengurai serpihan-serpihan ingatannya. Semoga cerita ini bisa menjadi peluk hangat bagi siapa pun yang sedang berjuang menyembuhkan traumanya sendiri.
Selamat membaca.
— Penulis
Ketuk paragraf mana pun utk membagikan kutipannya