Customer Service

Transmigrasi ke tubuh pangeran kejam

Bab 1 dari 1

100%

Bab 1: Transmigrasi

Zaiden adalah seorang remaja yang sangat tampan. Saat tersenyum, lesung pipinya membuat wajahnya terlihat semakin manis sekaligus menawan. Rambutnya yang diwarnai membuatnya tampak seperti seorang berandal. Ditambah lagi, seragam sekolahnya yang dikenakan secara asal-asalan semakin memperkuat kesan tersebut.


Zaiden juga merupakan remaja yang sangat cerdas, tetapi sangat pemalas. Kecerdasan yang dimilikinya sering kali terasa sia-sia karena sifat malasnya. Cita-cita Zaiden hanya satu: menjadi orang kaya raya tanpa harus bekerja. Itulah yang selalu ada di dalam pikirannya.


“Akan sangat mudah jika aku menjadi kaya raya tanpa harus bekerja. Lalu, kenapa novel ini sangat menyebalkan?” ucap Zaiden sambil berbaring di atas rumput halaman sekolah dan menatap langit.


Di tangannya terdapat sebuah buku bertema kerajaan dan fantasi. Buku tersebut menceritakan seorang pangeran yang sangat kejam terhadap rakyat dan para pelayan di istananya. Kekejamannya bahkan semakin menjadi-jadi setelah ia naik takhta.


Pada akhirnya, sang pangeran dibunuh oleh tokoh protagonis dalam cerita tersebut. Sang protagonis sendiri berasal dari kalangan rakyat jelata.


“Ck, semakin kubaca, buku ini malah semakin membuatku kesal. Andai aku yang menjadi pangeran, pasti hidupku akan sangat enak. Aku tidak perlu bekerja dan hanya perlu menikmati hidup dengan santai. Tidak seperti pangeran dalam buku ini—sangat bodoh. Apa gunanya menyiksa dan merendahkan orang lain? Apa dia punya kegemaran aneh menyiksa orang lain sampai merasa senang?” Zaiden menggerutu, merasa kesal melihat tokoh dalam buku itu begitu senang menyakiti orang lain.


Zaiden pun bangkit dari rebahannya karena ingin kembali ke sekolah. Namun, tiba-tiba saja sebuah pohon tumbang dan menimpanya.


Tubuh Zaiden langsung roboh seketika. Kepalanya terasa pusing, sementara darah mulai mengalir dari mulutnya.


“Hah… hah… Untunglah, itu hanya mimpi. Aku kira tadi aku benar-benar mati karena tertimpa pohon,” ucap Zaiden setelah tersadar.


“Aku harus—”


Zaiden menghentikan ucapannya. Ia baru menyadari bahwa tempatnya berdiri sama sekali bukan kamar miliknya.


“Hah? Ini kamar siapa? Seingatku, kamarku tidak seperti ini,” ucap Zaiden sambil memandangi sekeliling dengan bingung.


“Tapi kamar ini sangat luas dan megah. Bahkan jauh lebih besar daripada kamarku. Namun, aku sedang berada di kamar siapa?”


Tiba-tiba, kepalanya terasa sangat sakit. Rasa sakit itu semakin kuat hingga Zaiden jatuh pingsan.


Beberapa menit kemudian, Zaiden akhirnya terbangun. Tatapannya dipenuhi ketidakpercayaan.


“Mana mungkin aku bertransmigrasi ke dalam novel yang kubaca?” ucap Zaiden setelah melihat ingatan yang tersimpan dalam tubuh barunya.


Namun, Zaiden masih berusaha menyangkalnya. Ia pun mencari cermin di dalam kamar tersebut. Setelah menemukannya, ia segera menghampiri cermin itu.


Pantulan yang terlihat bukanlah dirinya.


Di dalam cermin, Zaiden melihat wajah seorang remaja berkulit putih, dengan rambut hitam dan sepasang mata emas yang berkilau indah.


Alih-alih merasa kesal, Zaiden justru terlihat sangat senang.


“Hore! Ternyata aku benar-benar bertransmigrasi ke tubuh ini! Tidak masalah kalau aku masuk ke tubuh pangeran kejam ini. Setidaknya, aku tidak perlu memikirkan masa depanku lagi. Hore!” sorak Zaiden dengan gembira.


"Dengan masuk ke tubuh pangeran ini aku bisa membeli apapun yang ku mau tanpa memikirkan apapun lagi cuman duduk santai dan menikmati semua kekayaan ini karna aku adalah pemilik barunya jadi aku bebas menggunakan tubuh nya semua ku"ucap Zaiden tidak peduli dengan alur novel nya


Ia sama sekali tidak merasa khawatir dengan nasib pangeran yang sekarang tubuhnya di tempati oleh nya. Baginya, selama bisa hidup nyaman dan menikmati kekayaan, akhir cerita bukanlah sesuatu yang penting.


Zaiden bahkan tidak menyadari bahwa keputusan kecilnya untuk mengabaikan alur novel mungkin akan mengubah seluruh jalan cerita.

Ketuk paragraf mana pun utk membagikan kutipannya

Kutipan dari paragraf yang Anda klik -- edit dulu kalau perlu (bisa dipersempit ke kalimat/kata tertentu), lalu bagikan.

0 / 500
Bagikan ke:

Suka ( 0)
Komentar ( 0)

Belum ada komentar.

Daftar Bab