Menghanyutkan Serpihan Ingatan Penyesalan yang datang terlambat ternyata tidak cukup untuk menyembuhkan luka yang terlanjur membusuk.Bagi Keira, sujud dan air mata sang Ayah malam itu tidak bisa menghapus ingatan tentang dinginnya hantaman tembok, bentakan masa lalu, dan rasa sesak yang selama bertahun-tahun mencekik lehernya. Rumah yang seharusnya menjadi tempat pulang, kini berubah menjadi monumen trauma yang melelahkan fisik dan batinnya.Dihantui rasa takut yang terus membayangi setiap sudut ruangan, Elian mengambil keputusan nekat. Tanpa pikir panjang, dia mendaftarkan diri ke universitas di luar kota yang jauh. Dia tidak peduli pada jurusan apa yang dia ambil, dia hanya ingin bebas. Dia memilih lari dan mengasingkan diri, meskipun harus meninggalkan arka adik kecil kesayangannya yang menjadi satu-satunya cahaya penuntun di rumah itu. Keira menyadari satu hal: dia harus menyelamatkan dirinya sendiri terlebih dahulu sebelum bisa menjadi pelindung bagi orang lain. Di kota perantauan, di sebuah kamar kos sederhana, Keira mulai mendayung perahunya sendiri. Kabut memorinya mungkin tetap hilang, dan masa depannya masih samar, namun kini dia akhirnya bisa bernapas dengan lega.
Suka & komentar per bab tersedia di halaman baca tiap bab.
Belum ada ulasan.