Arka Elvano tidak pernah menyukai hari Senin. Bukan karena pelajaran yang lebih banyak. Bukan pula karena guru-guru biasanya memberikan tugas baru setelah dua hari libur. Ia hanya tidak suka perasaan ketika harus kembali menjadi seseorang yang terlihat baik-baik saja. Setiap Senin pagi, gerbang sekolah seperti tempat yang memaksa semua orang mengenakan wajah masing-masing. Ada yang datang dengan tawa keras, ada yang sibuk bercerita tentang akhir pekan, ada yang berjalan sambil menggenggam tangan pacarnya, dan ada pula yang datang dengan mata sembap tetapi tetap menjawab, "Nggak apa-apa," ketika ditanya.
Suka & komentar per bab tersedia di halaman baca tiap bab.
Belum ada ulasan.