Oleh Mukti Bisri
Jadi affiliator, dapat komisi tiap ada yang checkout lewat link Anda.
SINOPSIS BUKU
LITERASI PENSIUN: Harmoni Kekayaan dan Spiritualitas
Penulis: Abdul Mukti Bisri
Latar Belakang
Buku ini lahir dari kegelisahan mendalam penulis menyaksikan dua fenomena ekstrem dalam persiapan pensiun: pertama, orang yang mempersiapkan pensiun secara serius dari sisi finansial namun justru merasa hampa, kehilangan makna, dan terserang penyakit batin saat pensiun tiba; kedua, mereka yang mendalami sisi spiritual hingga mengabaikan perencanaan material sehingga di hari tua hidup dalam kesulitan ekonomi.
Isi Pokok Buku
Buku ini menghadirkan pendekatan holistik dalam mempersiapkan pensiun yang mencakup tiga dimensi utama:
1. Dimensi Finansial
Membahas realita urgensi persiapan dana pensiun, jenis-jenis program dana pensiun (DPPK dan DPLK), strategi tiga babak investasi (akumulasi, preservasi, realisasi), serta berbagai instrumen keuangan mulai dari reksadana, obligasi, saham, emas, hingga ORI. Data OJK menunjukkan tingkat literasi dana pensiun Indonesia baru mencapai 27,79% dengan indeks inklusi hanya 5,37%.
2. Dimensi Psikologis
Mengupas pensiun sebagai fenomena psikologis kompleks yang meliputi perubahan identitas, gaya hidup, dan makna hidup. Teori peran, teori kontinuitas, dan teori perkembangan Erikson digunakan untuk memahami transisi ini. Post Power Syndrome—kehilangan identitas dan kekuasaan—diidentifikasi sebagai musuh terbesar pensiunan. Strategi coping dan fleksibilitas tujuan menjadi kunci penyesuaian diri.
3. Dimensi Spiritual
Menghadirkan perspektif lintas agama (Islam, Kristen, Buddha, Hindu, Yudaisme) yang memandang pensiun sebagai fase transisi spiritual menuju pemaknaan hidup yang lebih dalam. Spiritual well-being terbukti secara ilmiah meningkatkan kesehatan mental dan kualitas hidup lansia. Praktik keagamaan, komunitas iman, dan persiapan menghadapi kematian menjadi tema sentral.
Kisah Inspiratif
Buku ini menyajikan kisah nyata pensiunan sukses: Abdul Azis (mantan pejabat BI yang membangun pabrik kopi Kiniko), Purba (pensiunan TNI menjadi peternak bebek dengan omzet Rp12 juta/bulan), Oma Keenan (ekspor rendang ke Selandia Baru), Ratidjo Harjo Suwarno (pendiri Jejamuran), dan Eske Palit (guru pensiunan membangun kafe di kaki Gunung Lokon).
Pensiun bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal babak baru yang membutuhkan keseimbangan antara kecukupan ekonomi, ketenangan batin, dan makna hidup. Kebahagiaan di masa pensiun adalah hasil dari persiapan yang dimulai hari ini—bukan keberuntungan semata.
Fisik
Rp 78.000
Bisa Dipesan (Pre-Order)Belum ada ulasan untuk buku ini.