Customer Service

Kasus Hutan Sangkar

Bab 1 dari 2

Bab 2
100%

Bab 1: LHOKVARA

BAB I

 

LHOKVARA

 

“Ada ratusan, bahkan ribuan batang kayu yang diduga berasal dari Hutan Sangkar, tempat yang beberapa bulan lalu mengalami penggundulan hutan—"

Beberapa saluran berita menyiarkan berita yang sama dalam sehari ini.

“Kin? Syukurlah kamu di sini—” Fier berlari kecil menghampiri Kin yang baru saja sampai.  “Ada liputan besar! Tolong kamu selidiki kasus ini bersamanya.” Fier merangkul Jack.

“Tunjukkan padanya bagaimana caranya.” Fier menepuk-nepuk pundak Kin pelan sambil berjalan menjauh. Suasana di kantor sangat sibuk. Kin menulis beberapa catatan.

Jack mengulurkan tangannya. “Perkenalkan, Pak. Nama saya Jack Billberd. Mohon bantuannya.”

Kin menerima jabat tangan Jack. “Kin Borneau. Senang bertemu denganmu Jack.” Jack tersenyum ramah.

“Kamu sudah persiapkan barang-barangmu, Jack? Karena kita akan langsung ke lokasi”

“Baik Pak. Tunggu sebentar” Jack berlari menyambar tas ranselnya lalu kembali.

“Cepat sekali kamu bersiap?” Kin sedikit terkejut.

Jack terkekeh pelan. “Karena saya juga baru sampai Pak. Hehe”

Kin tersenyum kecil. “Oke. Kita langsung turun ya? Mobilku ada di parkiran”

“Baik Pak” Kin melangkah dengan cepat di ikuti Jack.

***

Di sana sudah terparkir Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid dengan warna metalik abunya yang mengkilap. Seperti baru keluar dari dealer. Jack agak ragu untuk masuk. Di dalam mobilnya pun semua barang-barang tertata rapih. Kin mulai memanaskan mobilnya. “Ayo masuk Jack, kenapa hanya diam di situ?”.

Jack bergegas duduk di kursi samping pengemudi.

“Kita akan memakan waktu 2 hari untuk menempuh tujuan kita. Kamu siap Jack?”

Jack tersenyum mengacungkan jempolnya. “Siap Pak”

Mereka keluar dari kawasan kantor dan melanjutkan arah perjalanannya menuju Tol Samanta. Mereka pun sampai di Pelabuhan Meranta. Mobil Kin memasuki dek kendaraan. Mereka keluar membawa tas ransel masing-masing. Memilih kursi yang menghadap ke laut

“Sebelumnya kamu pernah ke daerah Lhokvara, Jack?” Kin mengeluarkan buku catatannya.

“Belum pernah Pak. Memangnya ada apa di sana?” Jack menatap Kin antusias.

Kin tersenyum kecil. “Kamu akan terkejut mendengarnya.”

“Ayolah, Pak. Bisa beritahu aku?”

Kin terkekeh. “Baiklah. Dengarkan baik-baik, oke?”

Jack mengangguk cepat.

“Daerah yang cukup terpencil. Perjalannya pun tidak mudah.”

“Sepertinya Bapak sangat mengenal daerah itu?”

Kin tersenyum singkat. Ia mengalihkan padangannya ke laut. “Beritahu aku apa yang kamu tahu soal kasus yang akan kita selidiki kali ini, Jack”

Jack segera mengambil buku catatannya. “Saya mendapatkan info soal penyebab terjadinya banjir bandang yang terjadi di Lhokvara Pak. Awalnya, kawasan hutan itu dibuka untuk lahan oleh perusahaan pemegang izin usaha di sana.”

“Oke. Kerja bagus, Jack. Beritahu aku saat kamu mendapat informasi terbaru” Kin menepuk bahu Jack pelan, tersenyum.

Jack mengangguk singkat. Memasukkan kembali catatannya.

***

Mereka pun sampai di Pelabuhan Bahuni setelah dua jam di perjalanan. Suasana di sana sangat padat. Ada berbagai macam mobil dan macam-macam orang dari berbagi daerah. Mobil Kin merangkak keluar dari dek, melanjutkan perjalanan mereka menuju Lhokvara. Setelah satu jam berlalu, mereka berhenti di Rest Area terdekat untuk mengisi perbekalan. Jack mengambil dompetnya.

“Pak, ada yang bapak inginkan untuk sarapan kali ini?” Tangannya menyentuh knop pintu mobil.

“Jika ada, aku ingin sup hangat. Cuacanya cukup dingin untukku karena sudah sangat lama tidak kemari.”

“Bapak berasal dari Samanta?” Jack terperangah.

“Loh? memangnya belum aku beritahu ya?” Kin menatap Jack bingung.

Jack mengangguk cepat.

“Sebenarnya aku bukan berasal dari Samanta ataupun Lhokvara. Dulu ayahku dinas di Lhokvara selama enam tahun.”

“Oh… begitu rupanya” Jack terdiam. “Pantas saja bapak tahu banyak soal daerah itu.”

Kin tersenyum. “Ayo cepat, Jack. Aku lapar”

“Siap Pak.” Jack melangkah keluar.

Setelah istirahat selama satu setengah jam, mereka kembali ke jalur tujuan. Jack yang memegang kemudi mobil kali ini. Kin memainkan ponselnya. Ada banyak mobil yang berlalu-lalang, dan ada satu mobil yang sempat mengalihkan perhatian Kin dari ponselnya. Sebuah Toyota land cruiser merah itu melintas di jalur sebelah. Tatapannya mengikuti mobil itu beberapa detik sebelum kembali ke layar ponselnya.

***

Ketuk paragraf mana pun utk membagikan kutipannya

Kutipan dari paragraf yang Anda klik -- edit dulu kalau perlu (bisa dipersempit ke kalimat/kata tertentu), lalu bagikan.

0 / 500
Bagikan ke:
Bab Selanjutnya

Suka ( 3)
Komentar ( 0)

Belum ada komentar.

Daftar Bab