Tubagus Gavin Mahendra (20 tahun), cowok berdarah Bali yang cuma bisa bahasa Jakarta, punya mimpi setinggi gedung pencakar langit: mendirikan Wedding Organizer (WO) sendiri. Meski gagal kuliah karena krisis finansial, optimisme Gavin tak pernah padam. Demi mempelajari seluk-beluk industri ini, ia merangkak dari bawah sebagai waitress dan berhasil menjadi Kapten Waitress memimpin 11 krunya di bawah WO tempatnya bekerja, AYU PUSPA TITA, WO milik Bu Tita yang dinamai demikian karena dua saudaranya (Ayu dan Puspa) memang tidak mau tahu urusan operasional. Hari besar yang dinanti tiba. Gavin memimpin krunya melayani pernikahan megah generasi kedua "chaebol" Indonesia, Raven Mulia Sasongko (anak CEO raksasa) dan Cicilia Putri Wulandari. Namun, menjelang akad, jeritan melengking memecah ruang VIP. Raven ditemukan tewas mengenaskan dengan pisau dapur menancap di dadanya. Akses gedung ditutup rapat oleh keamanan dan kepolisian. Kepanikan memuncak saat Udin Piston (waitress cowok) menjadi tersangka utama karena tertangkap basah berdiri di depan kamar rias dan justru memasukkan pisau katering ke dalam celana hitamnya sambil berdiri gemetaran padahal ia cuma berniat membetulkan slot pintu toilet yang macet. Tak ingin krunya dipenjara dan WO tempatnya bekerja gulung tikar, Gavin bersama Topan (anak buahnya yang kurus, tengil, dan sok berani) nekat melakukan penyelidikan mandiri di tengah kepungan polisi. Berhasilkah Gavin keluar dari masalah tersebut? Ada konspirasi apa dibalik pembunuhan ini?
Suka & komentar per bab tersedia di halaman baca tiap bab.
Belum ada ulasan.