Oleh Syarifuddin
Jadi affiliator , dapat komisi tiap ada yang checkout lewat link Anda.
Di desa itu, pendidikan tidak selalu hadir dalam bentuk buku dan papan tulis. Sepulang sekolah, ia memberi makan ayam, mengembalakan kambing, bermain di sekitar kebun, mengenal laut, dan berinteraksi dengan masyarakat. Tanpa disadari, kehidupan sedang memberikan pelajaran yang kelak jauh lebih berharga daripada nilai di atas kertas. Ia tumbuh bersama masyarakat petani, nelayan, perantau, dan keluarga-keluarga sederhana yang hidup dalam terbatas, tapi tidak kehilangan harga diri. Dari mereka ia belajar tentang kemiskinan yang tidak selalu berarti ketidakberdayaan. Ada orang-orang yang ekonominya sederhana, tetapi hatinya kaya; ada keluarga yang tidak memiliki banyak harta, namun tetap berusaha menyekolahkan anak-anaknya; dan ada masyarakat yang mampu bertahan karena mereka memahami arti saling membantu. Buku ini berangkat dari sebuah kisah sederhana tentang seorang anak yang tumbuh di sebuah desa kecil di pulau yang jauh dari hiruk-pikuk kota. Ia tidak lahir dalam kemewahan. Masa kecilnya justru dijalani bersama kakek dan nenek, sementara ayah dan ibunya harus berjuang mencari nafkah. Kakek dan nenek menjadi madrasah pertama yang mengenalkannya arti kasih sayang, disiplin, tanggung jawab, keberanian, agama, dan harapan.
Digital (Ebook)
Rp 93.000
Belum ada ulasan untuk buku ini.